sitisartikah.com

Kajian Tafsir Tematik Qur'an Surah ‘Abasa Oleh Ustadz Dr. Amir Faisol Fath

Sebelum melanjutkan cerita mengenai pengalaman wisata di Pulau Tidung. Pada artikel ini ingin sekali membuat resume mengenai hasil kajian tafsir tematik yang baru saya ikuti. Masih fresh terasa materi kajian itu, sehingga rasanya ingin lekas diikat dengan tulisan.

kajian tafsir tematik surah abasa
Flyer Kajian Tafsir Tematik

Kajian tafsir tematik tersebut mengangkat tema Meneladani Rasulullah saw pada Qur’an Surah ‘Abasa. Yang diberikan oleh Ustadz Dr. Amir Faisol Fath, MA. Penyelenggara kajian tersebut adalah MT Masjid Nurul Ihsan dan Komunitas Al-Qur’an Zawiyah (KAZA). Maasyaa Allah.

Sebelum masuk dalam resume kajian, kita bahas sedikit mengenai profil pengisi materi kajian tersebut.

Ustadz Dr. Amir Faisol Fath, MA

Beliau merupakan seorang ahli tafsir mancanegara serta aktif sebagai juri acara Hafiz Indonesia. Saat ini beliau merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi dakwah. Beliau pun mendirikan Yayasan Fath Qur’ani Center dan Lembaga Darut Tafsir Fath Institute.
Ustadz Dr. Amir Faisol Fath, MA
Ustadz Dr. Amir Faisal Fath, MA

Maasyaa Allah. Rasanya sangat bersyukur bisa mendapatkan ilmu langsung dari beliau.

Resume Kajian Tafsir Tematik Qur’an Surah ‘Abasa

Ikatlah ilmu dengan tulisan, kata-kata tersebut menjadikan semangat tersendiri untuk saya. bismillah kita mulai meresume kajian tersebut.

Kajian dimulai dengan pembukaan oleh pihak dkm masjid, ketua pelaksana (sekaligus ketua komunitas KAZA), serta tokoh masyarakat setempat.

Materi dimulai oleh Abi Amir (panggilan Ustadz Amir Faisol Fath, MA). Dengan pembukaan pentingnya hakikat mencintai ilmu. Bahwa Allah menurunkan perintah pertama dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang berisi perintah Membaca, bukan sholat atau ibadah yang lain. Hal ini semata-mata karena Allah ingin hambanya beriman dengan ilmu, sehingga perintah belajar merupakan salah satu bentuk cinta Allah kepada hambanya.

Bahagia itu berasal dari hati, apabila sempit hatinya maka sempit pula rezekinya. Penting menjaga hati untuk senantiasa bersyukur dan ridho terhadap apa yang Allah berikan.

Surah ‘Abasa diturunkan oleh Allah bertujuan untuk menjaga akhlak Nabi Muhammad SAW. Surah ini berisi teguran kepada Nabi Muhammad atas sikapnya bermuka masam kepada seorang buta yang bernama Ibnu Ummi Maktum. Yang hendak menemui beliau untuk belajar agama islam. Dimana pada saat itu, Nabi Muhammad sedang berdiskusi dengan kaum petinggi quraisy yang diharapkan dapat masuk ke dalam Agama Islam.

Dari sini kita dapat melihat betapa Allah sangat mengawal perbuatan dan akhlak Nabi, sehingga Allah yang langsung menjaga akhlak beliau. Selain itu, pentingnya kita menghormati setiap ciptaan Allah swt, siapapun dia.

Lima Keutamaan Mencari Ilmu

Makna lain yang terkandung dalam surah Abasa ini adalah tentang keutamaan mencari ilmu yang dilakukan oleh Ibnu Ummi Maktum. Dimana Ibnu Ummi Maktum berpergian dengan tertatih-tatih mencari Rasulullah untuk mendapatkan pengajaran ilmu dari Rasul. Beliau merupakan sosok yang bersih dan cerdas. Sehingga apabila mendapatkan ilmu dia akan dengan mudah mengamalkannya.

Berdasarkan tafsir surah ‘abasa dapat dilihat ada 5 keutamaan mencari ilmu seperti yang dilakukan oleh Ibnu Ummi Maktum. Yaitu

A. Yazzakkā (Membersihkan diri dari Dosa)
Mencari ilmu seperti yang dilakukan oleh Ibnu Ummi Maktum adalah salah satu cara membersihkan diri dari dosa. Yaitu orang-orang yang datang ke majelis ilmu maka Allah akan perintahkan kepada para malaikat untuk datang dan mendoakan ampunan kepada orang yang sedang datang ke dalam majelis ilmu. Serta Allah perintahkan untuk alam seisinya pun berdoa untuk para pencari ilmu.

B. Yażżakkaru (Mendapatkan Pelajaran)
Salah satu keutamaan mencari ilmu adalah mendapatkan pengajaran atau ilmu. Ilmu tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam beribadah. Sehingga hakikat mencari ilmu menjadi suatu hal yang wajib bagi muslim. Agar kita dapat beribadah dengan landasan ilmu.

C. Tanfa’ahuż-żikrā (Mendapatkan nasihat)
Ilmu yang telah diperoleh juga akan menjadi nasihat atau pengingat diri agar dapat menjaga diri dari maksiat.

D. Yas’ā (Bersemangat atau bersegera dalam beramal sholih)
Dengan berilmu kita akan bersemangat dalam beramal, akan berusaha untuk menyegerakan amal shalih. Dengan ilmu, kita akan berusha melaksanakan amal shalih sebaik-baiknya. Seperti berusaha sholat tepat waktu (diawal waktu).

E. Yakhsyā (Takut kepada Allah)
Mencari ilmu dalam rangka takut kepada Allah, Dengan ilmu yang telah diperoleh diharapkan dapat meningkatkan rasa takut kepada Allah. Takut melakukan kesesatan dan hal yang tidak sesuai dengan apa yang Allah inginkan.

Penutup

- Allah begitu menjaga akhlak nabi, sehingga Allah mengawal langsung setiap perbuatannya.
- Surah ‘Abasa diturunkan sebagai teguran kepada Nabi agar menghargai siapapun yang datang kepada rasul dalam mencari ilmu agama.
- Dari Ibnu Ummi Maktum kita belajar pentingnya mencari ilmu, sebagai bentuk penyucian diri dan takut kepada Allah.
- Dengan meneladani penjagaan sifat rasul dan semangat mencari ilmu dari Ibnu Ummi Maktum, membuat kita semakin menyadari pentingnya mencari ilmu atau pergi ke majelis ilmu. Sehingga dengan ilmu tersebut, kita dapat beribadah sesuai dengan apa yang Allah perintahkan.
- Serta dengan ilmu tersebut, dapat menjaga kita dari perbuatan maksiat.

Barakallahu fiik
Semoga bermanfaat
Siti Sartika Hardiyanti
Assalamu'alaikum, Welcome to My Blog Housewife journal berisikan lifestyle parenting, cooking dan book's review. Semoga blog ini bermanfaat yaa, Good reading, Happy mood

Related Posts

Post a Comment